Sekolah Idaman di Indonesia yang Bikin Kamu Jadi Pelajar Keren

Foto: magelangonline
SMA Taruna
Nusantara atau dikenal dengan nama Tarnus atau TN adalah SMA berasrama
yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namanya sendiri
memiliki filosofi yang artinya adalah “pemuda dari seluruh pelosok
pulau” (taruna = pemuda, nusa = pulau). Disebut demikian karena memang
siswa yang bersekolah di sini berasal dari berbagai penjuru di
Indonesia. Nah, kalau kamu tertarik untuk melanjutkan pendidikanmu ke
Tarnus, baca 10 hal unik dari sekolah ini dulu yuk!
#1.
Sekolah ini termasuk ke dalam lima besar sekolah terbaik se-Indonesia
tahun 2015 menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
#2.
SMA ini memiliki visi yaitu sekolah yang membentuk Kader pemimpin
bangsa berkualitas dan berkarakter yang berwawasan kebangsaan,
kejuangan, kebudayaan. Juga, bercirikan kenusantaraan serta memiliki
daya saing nasional maupun internasional. Oleh karena itu, sekolah ini
berbasis semi-militer. Di sini kamu akan dididik layaknya seorang
tentara karena harus selalu disiplin. Salah satu bentuk disiplinnya
adalah baris-berbaris, yang merupakan jantung dari SMA Tarnus. Mau
makan atau masuk ke dalam kelas? Kamu harus baris terlebih dahulu.

Foto: Facebook official Tarnus
Di SMA ini juga ada yang namanya belajar malam lho, smart buddies.
Jadi, jam 7 sampai 9 malam seluruh siswa wajib belajar di kelas.
Akan ada guru yang bertugas mengajar. Kalau pun tidak ada, siswa tetap
belajar secara mandiri. Ini adalah bentuk lain disiplin siswa-siswi
Tarnus.
Kamu
juga akan sering menemukan laki-laki berambut cepak dan perempuan
berambut tidak lebih dari bahu. Wah, layaknya seorang tentara ya. Jadi
kalau kamu berminat masuk ke sekolah ini, kamu juga harus siap
kehilangan helaian rambutmu ya 

Selain itu, di sekolah yang sudah berusia 26 tahun ini bukan hanya siswa saja yang dituntut untuk disiplin, lho.
Kamu tidak akan pernah menemukan guru yang terlambat datang ke kelas.
Oleh karena siswanya dituntut untuk selalu disiplin, maka guru-guru yang
mengajar pun juga harus disiplin. Adil kan?
#3.
Meskipun dididik secara semi-militer, bukan berarti setelah lulus harus
melanjutkan pendidikan atau pekerjaan ke dunia militer. Banyak juga
lulusan TN yang memilih jenjang pendidikan lain selain militer, seperti
UI, ITB, UGM, Unair, dan lain-lain.
#4.
Saat menjadi siswa TN, kamu berkesempatan memiliki teman dan keluarga
baru yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Hal unik
lainnya adalah kamu diwajibkan untuk menghafal semua nama yang ada di
lingkungan sekolah. Mulai dari teman seangkatan, kakak dan adik kelas,
guru, hingga petugas sekolah. Satu angkatan biasanya terdiri dari 300
siswa. Jadi kebayang kan berapa banyak nama yang harus kamu hafal saat menjadi siswa di sini?
#5. Pernah
mendengar Ruang Komunikasi Bersama (RKB)? Sebetulnya RKB ini adalah
ruang makan biasa. Lalu mengapa disebut ruang komunikasi?

Foto: Facebook Official Tarnus
Di
sinilah keakraban antar siswa akan semakin terjalin. Pada setiap meja
terdapat campuran antara siswa kelas satu hingga kelas tiga. Meskipun
berada dalam satu atap, namun ruang makan anak laki-laki dan perempuan
terpisah. Psst, kalau ada sesama anak TN yang pacaran, RKB inilah yang biasanya jadi tempat mereka bertemu setelah selesai makan.
#6. Selain itu, juga ada Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK). Kalau
di sekolah lain, kegiatan ini dikenal dengan nama MOS. Jika MOS di
sekolah lain biasanya berlangsung selama satu minggu saja, di
TN berlangsung selama tiga bulan. Sepanjang waktu tersebut, kamu akan
dilatih untuk menjadi sosok pemimpin. Adabeberapa kegiatan seperti
Persami dan RPS (Rute Panglima Sudirman). Kegiatan Persami di sini
hampir sama dengan kegiatan Persami pada umumnya.
Nah, berbeda dengan RPS yang caranya unik nih.
RPS adalah rute sepanjang 17 km yang dilalui oleh Jendral Sudirman saat
Perang Gerilya. Jadi, para siswa harus melalui rute ini dengan berjalan
kaki sambil memikul tandu. Hal ini dilakukan agar memiliki daya juang
yang tinggi dan semangat pantang menyerah. Ya, terinspirasi dari Bapak
Jendral Sudirman. Selama kegiatan ini, kamu juga tidak diperbolehkan
untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman lain di luar
lingkungan sekolah.
#7. Korsa (Koordinasi Bersama) merupakan
suatu pelajaran hidup yang bisa kamu ambil dari seluruh kegiatan yang
dlakukan di Tarnus. Kegiatan sehari-hari seperti makan, baris berbaris,
dihukum, hingga tidur pun kamu lakukan bersama-sama dengan
teman-temanmu. Hal tersebut dapat membentuk rasa peduli dan saling
memiliki satu sama lain. Dengan demikian, terciptalah rasa kekeluargaan
yang sangat erat. Dengan korsa kamu tidak akan punya sifat egois atau
apatis terhadap lingkungan sekitar. Bagus sekali untuk pembentukkan
karaktermu bukan?
#8.
Seperti sekolah pada umumnya, jika menjadi siswa Tarnus, kamu
dibebaskan untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minatmu.
Di sekolah ini tersedia berbagai macam ekskul, mulai dari bidang seni,
oleh raga, dan kepemimpinan. Dua kegiatan ekskul dan organisasi yang
paling terkenal di Tarnus adalah Gita Bahana Nusantara Marching Band dan
Peleton. Peleton merupakan ekskul perwujudan latihan kepemimpinan dalam
organisasi. Peleton sendiri ada 4 macam, yaitu:
- Tonpara (Peleton Upacara)

Foto: Kompasiana
Ini
merupakan peleton yang pertama kali berdiri di Tarnus. Anggotanya
terdiri dari 34 orang (24 siswa dan 10 siswi) di setiap angkatan. Tugas
dari peleton ini berkaitan dengan kegiatan upacara. Mulai dari upacara
umum pada hari Senin, khusus pada hari kemerdekaan, hingga pelatihan
baris berbaris (PBB) siswa. Kalau di sekolah lain, Tonpara ini dikenal
dengan nama Paskibra. Tonpara sendiri telah mengharumkan nama Tarnus
dalam berbagai lomba. Salah satu contohnya adalah lomba PBB tingkat SMA
se-Jateng.
- Bantara (Ambalan Taruna Nusantara)
Kalau
peleton yang satu ini, di sekolah lain dikenal dengan nama Pramuka.
Anggotanya terdiri dari kurang lebih 30 siswa dari setiap angkatan.
Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengasah kemampuan kepramukaan
yang kuat. Selaiin itu juga mengasah kemampuan untuk bertahan hidup di
alam. Setiap tahunnya Bantara mengadakan kegiatan Persami yang wajib
diikuti oleh siswa kelas sepuluh.
- PKS (Patroli Keamanan Sekolah)

Foto: Kompasiana
PKS
ini bertugas untuk mengendalikan ketertiban, keamanan sekolah, dan
memeriksa kerapian siswa. Anggotanya terdiri dari 16 siswa dan 8 siswi
dari setiap angkatan. Salah satu kegiatannya adalah apel pengecekan
rutin yang biasanya dilaksanakan pada hari Selasa.
- Pataka (Pasukan Tanda Kehormatan)

Foto: FB Official Tarnus
Peleton
ini merupakan pasukan khusus yang berperan sebagai pembawa lambang
Tarnus, yaitu Satya Pataka Wira Negara. Lambang tersebut berat tiangnya
mencapai 18 kilogram, lho. Biasanya dihadirkan saat ada acara
penting di Tarnus, salah satunya adalah Upacara Pembukaan Pendidikan.
Anggota Pataka terdiri dari 11 siswa dan 4 siswi dari setiap angkatan.
#9. Di
Tarnis, kamu berkesempatan untuk bertemu dengan tokoh nasional idola.
Ada salah satu kegiatan bernama Jumpa Tokoh Nasinal (JTN). Kegiatan ini
bertujuan untuk memperkenalkan para siswa dengan tokoh-tokoh inspiratif.
Para tokoh akan berbagi kisah bagaimana perjuangan mereka hingga berada
di posisi puncak. Bisa berasal dari bidang politik, militer, bisnis,
hingga olahraga. Hal ini untuk menunjukkan bahwa siswa Tarnus memiliki
medan pengabdian yang beragam. Ada banyak cara untuk mewujudkan janji
memberikan karya terbaik.
#10.
Balairung Pancasila merupakan bangunan persegi lima. Biasanya, dipakai
untuk menampung tiga angkatan di berbagai macam acara. Bangunan ini juga
terbilang “sakral” dan sangat
berkesan bagi setiap siswa Tarnus. Mengapa? Di sanalah tempat
dilaksanakannya segala kegiatan penting. Beberapa di antaranya,
Pembukaan Pendidikan, Jumpa Tokoh Nasional, Renungan Suci, dan Prasetya
Alumni.
Sumber: http://blog.ruangguru.com/sekolah-idaman-di-indonesia-yang-bikin-kamu-jadi-pelajar-keren/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar